Ternyata Awan Memiliki Berat Rata-rata Sama Dengan Dinosaurus Argentinosaurus

Begitu kita melihat kelangit tentu kita akan melihat Awan yang terbang melayang di luasnya langit biru. Awan yang sering kita lihat setiap hari memberi kita kehangatan dengan mengeluarkan sinar UV masuk ke bumi. Awan juga memberikan kehidupan, karena menurunkan air hujan.

Terbentuknya Awan secara langsung dengan penguapan udara laut, sungai, danau dan udara lainnya oleh sinar matahari. Karena udara kotor yang mengandung udara lebih tipis dari udara dingin penginapannya. uap udara terdorong ke atas. Saat sudah sampai di atas terjadi penurunan suhu dan tekanan, akibatnya ada udara yang terkondensasi dan berubah menjadi embun dan karena kelembapan yang cukup maka akan terbentuk awan.

Penemuan berat awan dikemukakan oleh salah satu peneliti dari National Centre for Atmospheric Research. Awan yang terbentuk dengan cara ini seperti awan cumulus, cumulonimbus, mammatus, dan stratocumulus. Ada beberapa cara untuk mengukur berat awan seperti yang di jelaskan di bawah ini:

Pertama, coba kamu bayangin tentang padat awan itu. Para ilmuwan telah mengukur kepadatan udara dari salah satu jenis awan cumulus. Kepadatan awan diperkirakan 1/2 gram per meter kubik. Kepadatan ini berbeda-beda dan tergantung pada jenis awan. Awan cumulus, volumenya sekitar 1 km per meter kubik, kepadatannya sekitar 1,003 kg / m3. Kalau di hitung-hitung ada sekitaran 1.000.000 m3 tetesan udara dalam awan cumulus tadi.

Kita anggap lebarnya juga 1 km untuk perhitungan otomatis. Berat awan cumulus ukuran 1 km x 1 km x 1 km, jawaban adalah 500 ton. Berat Dinosaurus Argentinosaurus sekitar 70 ton, beratnya cumulus tadi sama dengan sekitar 7 Dinosaurus Argentinosaurus.

Awan memiliki kepadatan yang lebih rendah dari udara kering membuat awan menjadi terapung. Hal ini juga menyebabkan pengangkatan tetesan udara ke udara dalam udara yang hangat. Tetesan udara tersebut tidak akan mendatangkan selamanya. Jika awan udara meningkat menjadi lebih besar dan berat. Awan akan jatuh secara pelahan dalam bentuk hujan.

Tentunya Anda sudah mengerti kan, ternyata awan itu berat juga. Semoga jawaban di atas membantu ya.