Mengapa Mendengarkan Musik Membuat Kita Merasa Lebih Baik

Dapat dikatakan bahwa musik adalah fungsi inti dalam otak kita. Otak kita terhubung dari awal untuk memproses dan memahami musik. Dan karena itu musik adalah bahasa, bahasa emosi. Dalam musik bisa kita merasakan emosional. Kekuatan musik adalah hal yang indah, ketika Anda sedih, Anda mendengarkan lagu-lagu lembut yang membantu Anda merasa nyaman. Ketika Anda hari yang berat, Anda mendengarkan musik yang meningkatkan semangat Anda. Untuk setiap perasaan yang Anda miliki, ada lagu tertentu yang hanya berbicara kepada Anda dan membuat Anda merasa lebih baik, dan itulah sebabnya sangat banyak yang menyukai musik.

Manusia telah mendengarkan musik untuk waktu yang sangat lama. Apakah kita benar-benar merasakan emosi dalam mendengarkan musik? Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik yang sepertinya memiliki jawaban sederhana, tetapi beberapa ahli teori tidak berpikir demikian. Sebaliknya, ada argumen yang secara kontroversial menunjukkan bahwa kita tidak mengalami emosi dalam mendengarkan musik. Namun, ada banyak cara untuk membantah ini. Ada banyak bukti bahwa kita tampaknya mengalami emosi ketika kita mendengarkan musik, dari peningkatan denyut jantung sebagai respons terhadap musik.

Sangat penting di sini untuk membuat perbedaan antara emosi dan perasaan. Sering diyakini bahwa perasaan dan emosi adalah hal yang sama, padahal sebenarnya berbeda. Ketika Anda merasakan, ada indra di dalam otak yang aktif untuk mendeteksi apa yang Anda rasakan, seperti enam indra, stres, kesenangan, tekanan, atau gerakan. Emosi dalam arti dari setiap perasaan dan berumur pendek. Emosi lebih kuat daripada perasaan, karena mereka bisa menjadi sumber motivasi. Beberapa emosi termasuk kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, dan kemarahan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa respons pendengar terhadap musik melibatkan wilayah otak yang diketahui dari penelitian sebelumnya untuk terlibat dalam respons emosional.

Beberapa wilayah tersebut adalah :

1.   Thalamus : bertanggung jawab atas data sensoris dan pengaturan tidur. Ketika Anda mendengarkan musik atau tidur, talamus. Anda bereaksi dan menyebabkan emosi kelelahan.

2.   Hippocampus : memainkan peran penting dalam mengkonsolidasikan informasi dari jangka pendek ke memori jangka panjang. Itu secara langsung terkait dengan bagian-bagian penting dari sistem limbik yang memainkan peran dalam perilaku emosional.

3.   Amygdala : terutama bertangguang jawab atas memori dan reaksi emosional di otak. Amygdala yang tepat sebagian besar bertugas menciptakan emosi negatif, seperti rasa takut atau kesedihan, sedangkan amigdala kiri dapat menimbulkan emosi positif (kebahagiaan) atau negatif (ketakutan, kecemasan).

4.   Prefrontal Cortex : bertanggung jawab atas perilaku emosional, dan terhubung dengan pikiran dan tindakan kita.

5.   Korteks insuler : bertugas mengatur detak jantung di antara fungsi-fungsi lainnya. Mendengarkan jenis musik tertentu dapat membuat detak jantung Anda menjadi lebih cepat atau lebih lambat, yang pada gilirannya menciptakan kecemasan, kebahagiaan, atau kesedihan.

6.   Nucleus Accumbens : menciptakan stimulus yang bermanfaat serta memperkuat stimulus. Ini juga memediasi pelepasan dopamin di otak, yang diyakini terkait dengan alasan mengapa nukleus accumbens dipengaruhi oleh musik.

Secara keseluruhan, tergantung pada jenis musik yang Anda dengarkan, emosi Anda dapat terpengaruh secara berbeda. Jadi lain kali Anda mendengarkan musik, catat bagaimana perasaan Anda ketika mendengarkan lagu-lagu tertentu. Lihat bagaimana emosi Anda bereaksi, bagaimana perasaan Anda didalam, ketika gitar mulai dimainkan atau suara piano ada di telinga Anda.

Jadi luangkan waktu di setiap pagi kita untuk selalu mendengarkan musik untuk mendapatkan energi positif kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *